Tak hanya memfasilitasi akad nikah, para peserta juga memperoleh bantuan modal usaha sebagai langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga. Dukungan ini diharapkan membantu pasangan pengantin memulai kehidupan rumah tangga dengan lebih siap.
Setelah sebelumnya diselenggarakan di Jakarta dan Bogor, program Nikah Akbar kini hadir di Jawa Tengah. Selanjutnya, kegiatan serupa direncanakan berlangsung di Maluku dengan target melibatkan 500 pasangan.
Melalui program Mantu Santri, Muhammad Syafii berharap semakin banyak masyarakat mendapatkan kesempatan untuk melangsungkan pernikahan secara sah tanpa terkendala keterbatasan biaya.
Program tersebut juga diharapkan menjadi pijakan bagi terbentuknya keluarga yang harmonis dan mandiri secara ekonomi.
Prosesi akad nikah di MAJT dilaksanakan di 62 meja yang masing-masing dilengkapi penghulu, saksi, dan wali nikah. Pelaksanaan tersebut memberikan kesempatan kepada seluruh pasangan untuk menjalani akad sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah seorang peserta asal Sumenep, Galang, menikahi Aprilia, warga Kota Semarang. Setelah menyelesaikan akad nikah dan menerima kartu nikah, Galang tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. Matanya berkaca-kaca saat menyadari dirinya kini telah resmi menjadi seorang suami.
Momen bahagia Galang semakin berkesan karena meja akad nomor 004 yang ditempatinya mendapat kesempatan disaksikan langsung oleh Taj Yasin. Wakil gubernur yang akrab disapa Gus Yasin tersebut juga memimpin doa bagi pasangan pengantin itu.
Dalam prosesi akad nikah, Galang menyerahkan mahar berupa emas seberat tiga gram dan uang tunai senilai Rp2.100.000.
Kebahagiaan juga dirasakan Dila, peserta asal Kota Semarang yang menikah dengan seorang warga Kabupaten Demak. Ia mengaku bangga dapat melangsungkan akad nikah di Masjid Agung Jawa Tengah melalui program Mantu Santri.
“Harapannya, semoga saya dan peserta lainnya menempuh hidup yang sakinah, mawaddah, warahmah sampai tua dan tetap semangat menjalani hidup ke depannya,” tuturnya. (*)