KONTENSEMARANG.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih insan keinsinyuran Indonesia di tingkat Asia Tenggara. Dr. Ir. Supari, ST., MT., IPM., yang menjabat sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Semarang, berhasil memperoleh penghargaan internasional AFEO Honorary Member 2026 dari ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta profesi keinsinyuran.
Penghargaan ini diberikan setelah melalui tahapan seleksi dan memperoleh persetujuan dari 11 negara anggota AFEO.
Berdasarkan surat undangan resmi Persatuan Insinyur Indonesia yang diterbitkan di Jakarta pada 9 Oktober 2026, penganugerahan dilaksanakan dalam rangkaian acara Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Acara penghargaan berlangsung di Pullman Bandung International Convention Centre, Jawa Barat, dengan dihadiri sejumlah tokoh keinsinyuran dari berbagai negara ASEAN.
Karena tidak dapat menghadiri kegiatan secara langsung, Dr. Supari diwakili oleh Ir. Lindawati, S.T., M.T., IPM. untuk menerima penghargaan tersebut.
Sertifikat AFEO Honorary Member ditandatangani oleh Chairman Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie dan Secretary General Ir. Prof. Dr. Tan Chee Fai pada 22 Oktober 2026.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi dalam mendorong pembentukan dan penerapan kebijakan, perencanaan, serta proyek pembangunan di negara-negara anggota AFEO dan kawasan ASEAN. Upaya tersebut disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan ekonomi masing-masing negara.
Pengakuan di tingkat regional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dr. Supari sekaligus membawa nama institusi dan dunia keinsinyuran Indonesia ke kancah internasional.
Penghargaan tersebut juga mencerminkan kontribusi dan perjalanan panjangnya dalam mengembangkan profesi keinsinyuran, baik melalui kiprah kepemimpinan di tingkat daerah maupun nasional.
Di sisi lain, penguatan kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan juga menjadi perhatian dalam dunia pendidikan tinggi.
Dilansir dari Jawa Pos, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas tata kelola perguruan tinggi menjadi salah satu fokus untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan di lingkungan pendidikan tinggi.
”Intinya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas pemimpinan para rektor-rektor di perguruan tinggi swasta. Ini juga kesempatan juga kami menyampaikan bentuk-bentuk program-program dari kementerian kepada para rektor PTS,” ujar Brian.
Pencapaian Dr. Supari melalui penghargaan AFEO Honorary Member 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para insinyur dan generasi muda Indonesia.
Prestasi ini sekaligus mendorong lahirnya inovasi serta profesionalisme di bidang rekayasa untuk mendukung kemajuan teknologi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN. (*)