Di sisi lain, penguatan kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan juga menjadi perhatian dalam dunia pendidikan tinggi.
Dilansir dari Jawa Pos, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas tata kelola perguruan tinggi menjadi salah satu fokus untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan di lingkungan pendidikan tinggi.
”Intinya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas pemimpinan para rektor-rektor di perguruan tinggi swasta. Ini juga kesempatan juga kami menyampaikan bentuk-bentuk program-program dari kementerian kepada para rektor PTS,” ujar Brian.
Pencapaian Dr. Supari melalui penghargaan AFEO Honorary Member 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para insinyur dan generasi muda Indonesia.
Prestasi ini sekaligus mendorong lahirnya inovasi serta profesionalisme di bidang rekayasa untuk mendukung kemajuan teknologi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN. (*)