Harapan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan kemampuan olahraga santri di luar kegiatan pendidikan keagamaan yang mereka jalani.
Taj Yasin juga menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap penyelenggaraan Football Santri sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pihak penyelenggara dapat dilakukan lebih awal pada kegiatan berikutnya.
Dengan persiapan dan koordinasi yang lebih baik, kompetisi serupa diharapkan dapat terus berkembang.
PWNU Jawa Tengah Berharap Football Santri Digelar Nasional
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah yang juga Wakil Ketua Umum PBNU, Abdul Ghaffar Rozin, menyampaikan harapannya agar Football Santri tidak hanya menjadi kompetisi di tingkat daerah.
Ia menginginkan kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi ajang sepak bola antarpesantren di tingkat nasional.
Menurut Rozin, lingkungan pondok pesantren memiliki kesempatan untuk melahirkan pemain sepak bola yang mampu bersaing pada jenjang lebih tinggi.
Namun, pengembangan kemampuan olahraga tersebut diharapkan tetap berjalan seiring dengan pembentukan karakter yang menjadi bagian dari pendidikan pesantren.
“Kami berharap dari pondok-pondok pesantren lahir pemain sepak bola tingkat nasional yang memiliki karakter pesantren. Sportif sekaligus sopan,” ujarnya.
Rozin menekankan bahwa semangat berkompetisi dalam olahraga tidak harus bertentangan dengan nilai kesantunan yang diajarkan di lingkungan pesantren.