Sebaliknya, kedua nilai tersebut dapat berjalan bersama dan menjadi karakter yang ditunjukkan para santri ketika berada di lapangan pertandingan.
Para pemain diharapkan mampu menunjukkan semangat untuk meraih kemenangan tanpa meninggalkan sikap sportif dan sopan terhadap sesama.
Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan keterampilan sepak bola, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk menunjukkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani pendidikan di pesantren.
Football Santri 2026 Jadi Penyelenggaraan Perdana
Ketua RMI PWNU Jawa Tengah Ahmad Fadlullah Turmudzi menjelaskan bahwa Football Santri 2026 merupakan kompetisi yang baru pertama kali diselenggarakan.
Kegiatan tersebut digagas RMI PWNU Jawa Tengah dan menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
Ahmad Fadlullah menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Dukungan pemerintah dinilai menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan olahraga yang melibatkan para santri.
Penyelenggaraan perdana Football Santri juga mendapatkan perhatian dari Taj Yasin yang hadir menyaksikan langsung pertandingan final antara Darul Amanah Kendal dan Walisongo Sragen.
Melalui kompetisi tersebut, kemampuan para santri di bidang sepak bola mendapatkan kesempatan untuk ditampilkan dalam pertandingan antarpesantren.
Di sisi lain, harapan agar kegiatan dapat berkembang menjadi kompetisi nasional juga menjadi perhatian pengurus PWNU Jawa Tengah.