Atas keberhasilannya, tim Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp15 juta.
Sementara itu, Pondok Pesantren Walisongo Sragen yang menempati posisi kedua memperoleh hadiah Rp8 juta.
Adapun peringkat ketiga ditempati Pondok Pesantren Darul Ulum Batang dan Pondok Pesantren Syubbanul Wathon Magelang dengan hadiah Rp5 juta sebagaimana disebutkan penyelenggara.
Keberhasilan Darul Amanah Kendal meraih gelar juara menjadi salah satu hasil dari penyelenggaraan perdana kompetisi sepak bola yang melibatkan kalangan santri di Jawa Tengah tersebut.
Taj Yasin Dorong Pemain Berbakat Mendapat Pembinaan Lanjutan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menaruh perhatian terhadap kualitas permainan yang ditampilkan para santri dalam pertandingan final.
Ia menilai kekompakan dan kerja sama yang diperlihatkan kedua tim menjadi bagian dari kemampuan yang perlu terus dikembangkan.
Menurutnya, kompetisi sepak bola di lingkungan pesantren dapat menjadi sarana untuk menemukan pemain yang memiliki potensi melanjutkan pembinaan pada tingkat lebih tinggi.
Karena itu, ia berharap bakat para pemain tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
Melalui Final Football Santri 2026 di Kendal, Taj Yasin melihat adanya potensi pemain sepak bola dari kalangan pesantren yang dapat diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.
Ia menginginkan pemain-pemain potensial dari Jawa Tengah dapat dipilih dan memperoleh akses pembinaan lanjutan.