Konten Semarang
Semarang

Krabat Pecinan Resmi Jadi Desa Wisata ke-14, Agustina Dorong Ekonomi Warga

Desa Wisata Krabat Pecinan diresmikan sebagai desa wisata ke-14 Kota Semarang dengan konsep bottom-up untuk menggerakkan ekonomi warga.

Krabat Pecinan Resmi Jadi Desa Wisata ke-14, Agustina Dorong Ekonomi Warga
Krabat Pecinan Resmi Jadi Desa Wisata ke-14, Agustina Dorong Ekonomi Warga

KONTENSEMARANG.COMWali Kota Semarang Agustina Wilujeng meresmikan Desa Wisata Krabat (Kranggan Hebat) Pecinan sebagai desa wisata ke-14 di Kota Semarang, Minggu (20/9). 

Destinasi yang berada di Kecamatan Semarang Tengah tersebut dikembangkan dengan konsep bottom-up atau berbasis inisiatif masyarakat.

Pengembangan Desa Wisata Krabat melibatkan warga Kelurahan Kranggan untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki kawasan, mulai dari sejarah, budaya Tionghoa-Nusantara, seni hingga kuliner khas.

Agustina menilai keterlibatan masyarakat sejak awal menjadi faktor penting agar pengembangan wisata tetap sesuai dengan karakter kawasan sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.

“Desa wisata itu tumbuh dari warganya sendiri. Ketika dikembangkan secara bottom-up, masyarakat dan komunitasnya yang membangun secara spesifik. Desa wisata akan jauh lebih hidup, memiliki jiwa, dan dampaknya terasa langsung pada perekonomian warga lokal,” ujar Agustina.

Berbeda dengan sejumlah desa wisata di kawasan perbukitan seperti Gunungpati dan Mijen, Krabat Pecinan berada di kawasan pusat Kota Semarang.

Wilayah ini memiliki kekayaan sejarah dan akulturasi budaya Tionghoa-Nusantara, kuliner legendaris, serta keberadaan sejumlah klenteng yang telah berdiri selama ratusan tahun.

Potensi tersebut juga dikembangkan dengan melibatkan kalangan muda. Salah satunya melalui Mural Fest 2026 yang menjadi ajang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mempercantik jalan inspeksi serta gang-gang di kawasan Pecinan dengan dukungan Mowilex.

Keterlibatan generasi muda mendapat apresiasi dari Agustina. Menurutnya, kreativitas anak muda dapat menjadi bagian dari upaya menjaga sekaligus menghidupkan kembali kawasan bersejarah melalui karya seni.

“Anak-anak muda datang membawa warna, mengekspresikan nilai harmoni dan akulturasi di ruang-ruang sejarah kita. Ini proses budaya di mana generasi muda ikut menjaga dan memperindah lingkungan,” ungkap Agustina.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Wali Kota Semarang Gandeng KNPI Dorong Pengembangan Wisata dan Budaya Berbasis Kampung
Semarang • 22 September 2026

Wali Kota Semarang Gandeng KNPI Dorong Pengembangan Wisata dan Budaya Berbasis Kampung

Rekomendasi Redaksi