Untuk menjaga konsistensi publikasi, Mararas menyarankan sekolah menyusun kalender konten mingguan. Perencanaan ini dapat membantu menentukan tema, jadwal produksi, serta waktu unggah sehingga pengelolaan media sosial berlangsung lebih teratur.
Ia juga mendorong pengelola media sosial sekolah untuk memproduksi setidaknya satu konten berkualitas setiap hari.
“Dengan perencanaan yang baik, aktivitas pendidikan sehari-hari dapat diolah menjadi materi publikasi yang menarik dan relevan bagi masyarakat,” kata Mararas, yang juga menjabat Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang.
CEO AlFazza Nabawi Tour sekaligus Ketua DPC PPP Kota Semarang, dr. Muhammad Hayyi Wildani, menilai publikasi aktivitas positif sekolah dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa cerita inspiratif dari sekolah tidak hanya berasal dari penghargaan maupun prestasi akademik siswa. Dedikasi guru, perjuangan peserta didik dalam menempuh pendidikan, hingga keterlibatan orang tua juga memiliki nilai yang dapat dibagikan kepada masyarakat.
Berbagai pengalaman tersebut dapat diolah menjadi konten edukatif yang menggambarkan nilai kemanusiaan, ketekunan, serta semangat belajar di lingkungan pendidikan.
Menurut Hayyi, penyampaian informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengenal lebih jauh program, keunggulan, dan kualitas pendidikan yang dimiliki sekolah.
FGD tersebut mempertemukan insan pers, unsur legislatif, praktisi, serta guru dan pengelola media sosial SMP se-Kota Semarang untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan mengenai publikasi digital.
Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam menyusun konten yang terencana dan konsisten.
Media sosial pun diharapkan berkembang menjadi sarana penyampaian informasi, penyebaran inspirasi, serta penguatan citra positif dunia pendidikan, bukan hanya tempat mengunggah dokumentasi kegiatan.