Konten Semarang
Semarang

Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Tugu Muda Ditutup dan Parkir Dialihkan

Pemkot Semarang menggelar peringatan Pertempuran Lima Hari pada 14 Oktober 2026 dengan rekayasa lalu lintas dan kantong parkir di sekitar Tugu Muda.

Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Tugu Muda Ditutup dan Parkir Dialihkan
Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Tugu Muda Ditutup dan Parkir Dialihkan

KONTENSEMARANG.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Tugu Muda untuk mendukung pelaksanaan Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang (PPLHS) ke-81 pada Rabu (14/10/2026). 

Pengaturan ini dilakukan guna menjaga kelancaran kegiatan sekaligus mengantisipasi kepadatan kendaraan di pusat kota.

Rekayasa lalu lintas mulai diterapkan pukul 17.00 WIB, satu jam sebelum acara utama yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00 WIB.

Warga yang berencana melintas di sekitar lokasi pada sore hingga malam hari diminta menyesuaikan rute perjalanan dan memperhatikan informasi penutupan jalan.

Dishub Semarang juga mengerahkan petugas untuk mengatur kendaraan di sejumlah titik strategis. Lokasi yang menjadi titik penutupan meliputi depan LP Wanita Bulu, Simpang Kariadi, Simpang Eka Karya Pandanaran, serta Simpang Paragon.

Untuk memudahkan pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, panitia menyediakan sejumlah kantong parkir di Pasar Bulu, Udinus, Gereja Katedral, dan Ruko Pandanaran. Masyarakat diimbau memanfaatkan area tersebut agar kendaraan tidak menambah kepadatan di sekitar lokasi acara.

Penyesuaian operasional turut diberlakukan terhadap layanan transportasi umum Trans Semarang, khususnya Koridor 1, 2, 3, 4, 5, dan 8 serta Feeder 1B.

Pengaturan lalu lintas dan transportasi ini mendukung kegiatan peringatan yang dipusatkan di kawasan Tugu Muda dan halaman Museum Mandala Bhakti.

Sebelumnya, rekayasa lalu lintas serupa juga diterapkan pada Selasa (13/10/2026) untuk mendukung pelaksanaan gladi bersih. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta masyarakat memperhatikan perubahan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila pelaksanaan peringatan berdampak pada kelancaran perjalanan, terutama pada Rabu malam.

“Mohon maaf kalau perjalanan Rabu malam sedikit terganggu. Manfaatkan lokasi parkir yang sudah disiapkan dan ikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Agustina.

Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang tahun 2026 diselenggarakan untuk mengenang perjuangan para pejuang dan masyarakat dalam melawan tentara Jepang pada 14–18 Oktober 1945.

Momentum ini sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan kembali sejarah perjuangan Kota Semarang kepada generasi muda.

Agustina mengajak masyarakat, termasuk keluarga dan anak-anak, untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai sejarah lokal penting agar generasi penerus mengetahui perjuangan yang pernah terjadi di daerahnya sendiri.

“Ini sejarah kota kita sendiri. Ajak keluarga, ajak anak-anak, supaya mereka tahu apa yang pernah diperjuangkan di sini,” kata Agustina.

Pertempuran Lima Hari di Semarang bermula pada 14 Oktober 1945, ketika delapan anggota Polisi Istimewa yang bertugas menjaga tandon air Wungkal diserang tentara Jepang. Pada malam harinya, dr. Kariadi gugur saat hendak memeriksa informasi mengenai dugaan peracunan sumber air tersebut.

Sehari kemudian, ribuan tentara Jepang yang dilengkapi persenjataan menyerbu kawasan pusat kota. Mereka mendapat perlawanan dari para pemuda, anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR), polisi, serta masyarakat Semarang.

Pertempuran berakhir pada 18 Oktober 1945 setelah dilakukan perundingan. Peristiwa bersejarah tersebut menelan korban jiwa yang besar, dengan sedikitnya 2.000 pemuda dan pejuang dilaporkan gugur.

Peringatan tahunan yang diselenggarakan melalui Dinas Sosial Kota Semarang ini melibatkan lebih dari 2.000 orang.

Sebanyak 1.051 peserta upacara berasal dari unsur TNI, Polri, taruna, pelajar, mahasiswa, dan relawan sosial. Selain itu, terdapat 300 tamu undangan serta personel pendukung dari 37 instansi dan perangkat daerah.

Rangkaian kegiatan mencakup napak tilas, upacara, pembacaan cukilan sejarah, hingga pertunjukan teatrikal yang dibawakan Untag dan Teater Pitoelas bersama sejumlah pihak.

Bagi masyarakat yang tidak dapat datang langsung ke lokasi, Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang 2026 dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube Semarang Pemkot.

Masyarakat diharapkan memperhatikan jadwal kegiatan, titik penutupan jalan, dan lokasi parkir yang telah disediakan. Dengan menyesuaikan perjalanan serta mengikuti arahan petugas, mobilitas warga di sekitar Tugu Muda diharapkan tetap terkendali selama peringatan berlangsung. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Peringatan Pertempuran Lima Hari ke-81, Agustina Ajak Warga Semarang Jaga Sejarah Kota
Semarang • 14 Oktober 2026

Peringatan Pertempuran Lima Hari ke-81, Agustina Ajak Warga Semarang Jaga Sejarah Kota

Rekomendasi Redaksi