Wali Kota Semarang Tinjau Harga Bapokting, Pemkot Siapkan Pasar Murah Keliling Jelang Lebaran
Pemkot Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling untuk Kendalikan Harga Bapokting Jelang Lebaran
KONTENSEMARANG.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang melakukan pemantauan langsung untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting) di sejumlah lokasi strategis.
Pemantauan yang berlangsung pada Rabu (4/3) tersebut dilakukan di beberapa titik, antara lain Pasar Peterongan, Superindo Sriwijaya, dan Pasar Karangayu.
Kegiatan ini bertujuan melihat secara langsung perkembangan harga di tingkat pedagang pasar maupun ritel modern.
“Dua pusat perbelanjaan ya. Satu di pasar Peterongan, dan sekarang kita di Superindo. Kalau harga beras, rata-rata masih normal ya,” ujar Agustina saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela peninjauan.
Meski harga beras terpantau relatif stabil, Agustina mencermati adanya kenaikan harga yang cukup tinggi pada sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai, serta pergerakan harga telur yang masih fluktuatif.
Menurutnya, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga tersebut.
“Yang masih tinggi sekali adalah cabai. Cabai, ini tadi ada Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Saya minta supaya melakukan hal yang diperlukan untuk intervensi menurunkan harga cabai,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Semarang menilai kenaikan harga di pasar tradisional berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Untuk itu, Agustina meminta dinas terkait memperkuat langkah intervensi melalui program pasar murah keliling agar masyarakat memiliki alternatif mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Pasar murah keliling kita lakukan dengan berbagai stakeholder yang ada di Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk menekan lonjakan harga dan memberikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat. Siap-siap ya dengan panggilan pasar murah dan intervensi,” pungkasnya. (*)
redaksi