Ahmad Luthfi Datangi Lokasi Tanah Amblas di Ungaran, Warga Menangis Terharu
Ahmad Luthfi cek lokasi tanah amblas di Ungaran, warga menangis terharu dan berharap perbaikan segera dilakukan.
KONTENSEMARANG.COM — Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ke lokasi tanah amblas di Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (13/2/2026), berlangsung penuh haru. Kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah itu membuat salah satu warga terdampak tak kuasa menahan air mata.
Sukarno (55), pemilik rumah yang terdampak, terlihat menangis saat berbincang langsung dengan gubernur. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya akan didatangi langsung oleh Ahmad Luthfi.
"Tidak menyangka saja didatangi Pak Gubernur," ujar Sukarno, didampingi istrinya, Suparti (54).
Kunjungan tersebut bukan agenda resmi. Saat dalam perjalanan menuju Solo, Ahmad Luthfi menerima laporan mengenai peristiwa tanah amblas di Ungaran Timur. Tanpa protokoler khusus, ia memutuskan untuk singgah dan melihat langsung kondisi warga.
Melihat Sukarno menangis, Ahmad Luthfi berupaya menenangkan. Ia memastikan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan turun tangan menangani persoalan tersebut hingga tuntas.
"Mboten usah nangis. Pak Karno sampun dibantu, mboten usah nangis, sing kuat, mboten usah akeh mikir. (Tidak usah menangis. Pak Karno sudah dibantu, tidak usah menangis, yang kuat, tidak usah banyak memikirkan). Biar Bupati dan saya yang mikir. Ini Pak Bupati juga ke sini, nanti Dinas sosial dan Dinas PUPR (Provinsi) juga akan bantu," kata Luthfi sembari menepuk pundak dan memeluk Sukarno.
Tanah Ambles Usai Hujan Deras
Suparti menceritakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur kawasan Ungaran menyebabkan air meluap dari area kebun di bagian atas perumahan dan mengalir deras ke permukiman warga.
Tak lama kemudian, tanah di halaman rumah mereka amblas. Bahkan, bagian lantai rumah tetangga bernama Imam juga ikut ambrol akibat kejadian tersebut.
"Saya sempat ajak suami keluar dan bantu-bantu di rumah Pak Imam. Tidak lama kemudian tanahnya amblas," ujarnya.
Saat bertemu gubernur, Suparti tampak masih syok. Ia mengaku belum bisa berkata banyak dan hanya berharap perbaikan segera dilakukan agar mereka tidak terus menumpang di rumah orang lain.
"Saya tidak bisa berkata-kata. Cuma mohon segera diperbaiki saja, agar tidak menumpang di rumah orang terus. Sama bantuan lain seperti sembako karena suami juga sudah tidak kerja karena stroke," ujar Suparti.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten memastikan penanganan dilakukan melalui dinas terkait, termasuk Dinas Sosial dan Dinas PUPR, guna membantu pemulihan rumah terdampak serta kebutuhan dasar warga.
kontensemarang