Antisipasi Banjir Jelang Mudik Lebaran, DPRD Jateng Minta Infrastruktur Diperkuat
KONTENSEMARANG.COM - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik dan balik Lebaran 1447 H/2026.
Dengan waktu tersisa kurang dari dua bulan menuju puncak mudik (diperkirakan sekitar 20-21 Maret 2026 berdasarkan prediksi Idul Fitri), ia memperingatkan agar ancaman banjir dan genangan tidak menjadi penghalang bagi jutaan pemudik yang melintasi Jawa Tengah.
Heri menekankan bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman nyata di Jawa Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang, masih berlangsung hingga 9 Februari 2026.
Kondisi ini berpotensi memperpanjang risiko banjir di wilayah rawan, terutama Pantura (Pantai Utara) dan Pansela (Pantai Selatan), serta daerah sekitar Semarang Raya termasuk Ungaran.
Menurut survei Korlantas Polri terbaru, beberapa titik krusial di jalur Pantura-Pansela seperti Pertigaan Klonengan dan Underpass Perupuk di wilayah Tegal sering mengalami genangan air akibat faktor geografis dan drainase yang belum optimal.
Jika hujan intens kembali melanda, genangan bisa mencapai puluhan sentimeter, menyebabkan kemacetan parah dan risiko kecelakaan bagi pemudik yang menggunakan jalur darat.
“Jutaan orang akan pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Mudik bukan sekadar perjalanan, tapi tradisi budaya yang sarat makna. Kita tidak boleh membiarkan banjir menghalangi kebahagiaan itu,” kata Heri.
Ia menambahkan bahwa prediksi jumlah pemudik ke Jawa Tengah tetap tinggi meski daya beli masyarakat sedang tertantang, sehingga persiapan harus ekstra ketat.
Di sisi lain, Heri mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang telah menyiapkan program mudik gratis dengan ratusan armada bus dan kereta api.
Namun, ia menekankan bahwa kesiapan rute fisik sama pentingnya. Normalisasi sungai, pemasangan pompa air di titik rawan, serta rehabilitasi jalan pasca-banjir bandang sebelumnya di Pemalang dan Purbalingga harus dipercepat.
Sinergi antarlembaga menjadi kunci utama. Heri mengusulkan koordinasi lebih intensif antara Pemprov Jateng, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Korlantas Polri, serta pemerintah kabupaten/kota.
Khususnya, exit tol, jembatan dan jalur alternatif perlu diprioritaskan agar tidak terdampak genangan saat puncak arus mudik.
“Prediksi awal Ramadan yang kemungkinan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026 (tergantung sidang isbat 17 Februari). Periode ini bertepatan dengan akhir masa hujan ekstrem BMKG, sehingga stabilitas infrastruktur pasca-hujan harus dipastikan sebelum memasuki bulan puasa dan persiapan Lebaran,” tegasnya.
Dalam hal ini, Heri mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Gotong royong dalam membersihkan saluran air, melaporkan titik rawan, serta mematuhi imbauan lalu lintas akan sangat membantu mengurangi risiko.
Dengan semangat gotong royong Pancasila, Heri berharap mudik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar dan penuh berkah.
“Mari jadikan Lebaran ini momentum persatuan dan kesiapan bersama. DPRD Jateng siap mendampingi dan mengawal hingga pemudik tiba dengan selamat di kampung halaman,” tutupnya. (*)
redaksi