Konten Semarang
Semarang

61 Bus Baru Trans Semarang Beroperasi, Armada Terus Ditambah

Sebanyak 61 bus baru Trans Semarang telah beroperasi. Pemkot menargetkan 132 armada baru rampung tahun ini, termasuk 27 bus listrik.

61 Bus Baru Trans Semarang Beroperasi, Armada Terus Ditambah
61 Bus Baru Trans Semarang Beroperasi, Armada Terus Ditambah

KONTENSEMARANG.COM — Pemerintah Kota Semarang melalui BLU UPTD Trans Semarang mempercepat peremajaan armada transportasi massal. Hingga 29 Juni 2026, sebanyak 61 unit bus baru telah beroperasi dari total target pengadaan 132 unit yang ditargetkan selesai pada tahun ini.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan proses penambahan armada masih berlangsung.

Pada awal Juli 2026, sekitar 20 unit bus baru dijadwalkan mulai beroperasi, sementara armada lainnya masih dalam tahap penyelesaian di karoseri.

"Per 29 Juni sudah beroperasi 61 unit. Awal Juli rencananya akan bertambah sekitar 20 unit lagi, sedangkan sisanya masih proses di karoseri," ujar Haris, Senin, 29 Juni 2026.

Menurutnya, armada baru tersebut telah melayani sejumlah rute, meliputi Koridor 2, Koridor 4, Koridor 8, serta Feeder 1, Feeder 3, dan Feeder 4.

Penambahan armada diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna transportasi umum.

Haris menjelaskan seluruh armada baru yang telah beroperasi masih menggunakan mesin diesel. Sementara itu, bus listrik dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 sebagai bagian dari pengembangan transportasi ramah lingkungan di Kota Semarang.

"Yang 61 unit ini semuanya bus diesel. Untuk bus listrik, perkiraan Agustus mulai beroperasi satu unit terlebih dahulu," katanya.

Ia menambahkan, pengadaan bus listrik akan dilakukan secara bertahap hingga berjumlah 27 unit. Nantinya seluruh armada listrik tersebut akan difokuskan melayani Koridor 1 dengan rute Mangkang–Penggaron.

Selain memperbarui armada, BLU UPTD Trans Semarang juga melakukan evaluasi terhadap lokasi halte.

Upaya tersebut dilakukan melalui renovasi maupun relokasi halte yang dinilai dapat meningkatkan pelayanan sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Salah satu halte yang dipindahkan berada di kawasan Mijen. Relokasi dilakukan setelah evaluasi menunjukkan tingginya kepadatan kendaraan di sekitar Pasar Mijen, terutama pada jam sibuk.

"Di Mijen memang ada permintaan masyarakat. Setelah kami evaluasi, ruas jalan di lokasi sebelumnya cukup padat, sehingga titik halte kami geser ke lokasi yang jalannya lebih lebar, yakni di depan RS Mijen. Harapannya tidak mengganggu arus lalu lintas," jelas Haris. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Artikel Selanjutnya

BK DPRD Semarang Agendakan Klarifikasi Anggota Dewan Terlapor
Semarang • 02 Juli 2026

BK DPRD Semarang Agendakan Klarifikasi Anggota Dewan Terlapor

Rekomendasi Redaksi