KONTENSEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono menilai dukungan anggaran untuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota Semarang pada 2026 perlu mendapat perhatian. Tahun ini, lembaga tersebut memperoleh anggaran sekitar Rp500 juta.
Sorotan itu disampaikan Suharsono saat menghadiri kegiatan Pembinaan Pengurus LPTQ Kota Semarang yang berlangsung di Hotel Pandanaran Semarang beberapa waktu lalu.
Menurutnya, besaran anggaran tersebut perlu dikaji kembali dengan mempertimbangkan luasnya tugas LPTQ.
Lembaga tersebut memiliki peran dalam pembinaan Al-Qur'an, peningkatan kemampuan qari dan qariah serta hafiz dan hafizah.
Selain itu, LPTQ juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kapasitas para pembina sekaligus mempersiapkan regenerasi peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Karena itu, dukungan anggaran dinilai harus selaras dengan program pembinaan yang dijalankan.
“Anggaran LPTQ Kota Semarang pada tahun 2026 sekitar Rp500 juta. Kita perlu melihat kembali apakah anggaran tersebut sudah sebanding dengan tugas, tanggung jawab, serta target pembinaan yang diberikan kepada LPTQ,” katanya.
Suharsono menekankan pembinaan tidak seharusnya hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Menurutnya, proses pembinaan membutuhkan waktu dan harus dilakukan secara berkesinambungan.
“Pembinaan tidak boleh hanya dilakukan ketika akan menghadapi MTQ. Kita membutuhkan proses yang berkelanjutan, mulai dari mencari bibit potensial, melakukan pembinaan, meningkatkan kualitas pelatih, sampai menyiapkan regenerasi,” sambungnya.
Ia meminta Pemerintah Kota Semarang dan DPRD Kota Semarang memperkuat perhatian terhadap keberadaan LPTQ.
Menurutnya, besaran dukungan anggaran harus disesuaikan dengan program serta target pembinaan yang ditetapkan.
“Kalau kita memberikan target yang besar kepada LPTQ, maka dukungan program dan anggarannya juga harus seimbang. Jangan sampai targetnya tinggi, tetapi ruang geraknya sangat terbatas karena anggaran yang tersedia minim,” tegasnya.
Suharsono menilai LPTQ memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem Qurani yang kuat dan berkelanjutan di Kota Semarang.
Menurut dia, pembahasan mengenai anggaran Rp500 juta tidak semata-mata berkaitan dengan besaran nominal.
"Yang perlu kita lihat adalah apakah anggaran tersebut sudah cukup untuk menjawab kebutuhan pembinaan selama satu tahun. Kalau Kota Semarang memiliki cita-cita besar dalam membangun generasi Qurani, tentu dukungan terhadap LPTQ juga harus diperkuat,” ujar Suharsono. (*)