“Kalau kita memberikan target yang besar kepada LPTQ, maka dukungan program dan anggarannya juga harus seimbang. Jangan sampai targetnya tinggi, tetapi ruang geraknya sangat terbatas karena anggaran yang tersedia minim,” tegasnya.
Suharsono menilai LPTQ memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem Qurani yang kuat dan berkelanjutan di Kota Semarang.
Menurut dia, pembahasan mengenai anggaran Rp500 juta tidak semata-mata berkaitan dengan besaran nominal.
"Yang perlu kita lihat adalah apakah anggaran tersebut sudah cukup untuk menjawab kebutuhan pembinaan selama satu tahun. Kalau Kota Semarang memiliki cita-cita besar dalam membangun generasi Qurani, tentu dukungan terhadap LPTQ juga harus diperkuat,” ujar Suharsono. (*)