Konten Semarang
Regional

Banjir Karya Seni! Pasar Raya Jateng 2026 Resmi Dibuka di Solo

Pasar Raya Jateng 2026 resmi dibuka di TBJT Solo (20-31 Juli) meriahkan HUT ke-81 Jateng. Suguhkan ratusan karya seni, UMKM, dan wahana.

Banjir Karya Seni! Pasar Raya Jateng 2026 Resmi Dibuka di Solo
Banjir Karya Seni! Pasar Raya Jateng 2026 Resmi Dibuka di Solo

KONTENSEMARANG.COMTaman Budaya Jawa Tengah (TBJT) di Kota Surakarta resmi menjadi tuan rumah perhelatan Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) Jawa Tengah 2026. Berlangsung mulai 20 hingga 31 Juli 2026, ajang ini memamerkan ratusan ragam karya seni multidisiplin. 

Pengunjung dapat menikmati sajian dari 61 penampil seni lintas daerah, 24 grup band, 100 lukisan, 15 seni instalasi, hingga tiga karya patung.

Tak hanya itu, festival ini turut menghadirkan semarak kesenian tradisional yang meliputi sepuluh grup seni lesung, serta masing-masing lima kelompok reog dan barongsai.

Daya tarik lainnya berupa bazar UMKM dengan 50 stan produk kreatif lokal, ditambah aneka wahana permainan rakyat yang sangat cocok dinikmati sebagai hiburan keluarga.

Banjir Karya Seni! Pasar Raya Jateng 2026 Resmi Dibuka di Solo

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno menjelaskan bahwa pergelaran ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Pasar Raya diharapkan menjadi panggung yang optimal bagi para pelaku seni untuk mengekspresikan karya mereka.

“Harapannya bisa dilihat dan dinikmati masyarakat, sehingga muncul rasa cinta terhadap budaya. Karena kunci dari pelestarian adalah rasa cinta terhadap budaya itu sendiri," ujar Sumarno pada acara pembukaan, Senin (20/7/2026) malam.

Pemilihan TBJT sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Tempat tersebut selama ini dinilai sebagai rumah yang inklusif bagi para budayawan dan seniman se-Jateng untuk terus berlatih. Sumarno optimistis, partisipasi aktif masyarakat mampu menjaga eksistensi kesenian tradisional dari ancaman kepunahan.

"Kami berharap masyarakat bisa hadir di sini, menikmati kekayaan budaya dan seni yang dimiliki Jawa Tengah. Mari kita lestarikan bersama-sama," pungkasnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jateng, Hanung Triyono, yang menegaskan vitalnya peran TBJT sebagai napas kebudayaan.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Dongkrak Pendapatan Daerah, Jateng Resmi Bentuk Satgas Pandawa
Regional • 21 Juli 2026

Dongkrak Pendapatan Daerah, Jateng Resmi Bentuk Satgas Pandawa

Rekomendasi Redaksi