"Pasar Raya ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas pihak. Apabila ekosistem budaya tumbuh, dampaknya akan jauh lebih luas bagi ekonomi dan kearifan lokal," ujar Hanung.
Dukungan kuat juga datang dari Kepala Sub Bagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jateng, Marlia Yulianti Rosyidah.
Ia mengapresiasi langkah nyata Pemprov Jateng dan menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam membina ekosistem seni melalui revitalisasi ruang budaya serta dukungan pendanaan.
Di momen yang sama, Marlia membawa kabar gembira terkait lolosnya 38 Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Jateng dalam tahap penilaian tingkat nasional.
Ia berpesan agar pencapaian ini tidak berhenti sekadar pada status penetapan, melainkan harus terus dihidupkan dan diwariskan demi kesejahteraan warga.
Antusiasme dari warga pun terlihat jelas. Rebecca Dian, seorang pengunjung asal Surakarta yang datang bersama keluarganya, mengaku sangat terkesan dengan kenyamanan penataan Pasar Raya tahun ini.
"Permainan anak-anaknya keren dan tempatnya bersih. Yang penting itu areanya bersih. Kalau buat anak-anak jadi nyaman," tuturnya. (*)