Pada 2026, ditargetkan perbaikan tambahan sebanyak 1.550 unit hasil dukungan Baznas (750 unit), PT Djarum (500 unit), dan Bank Jateng (300 unit).
Selain pembangunan fisik, akses pembiayaan perumahan masyarakat pun diperluas. Hingga 23 Juni 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Jawa Tengah berhasil menyentuh angka Rp4,46 triliun, menjadikannya yang tertinggi di Indonesia.
"Program perbaikan RTLH ini merupakan stimulus untuk mereduksi angka kemiskinan di tempat kita," kata Luthfi.
Sebagai penutup, Luthfi menegaskan bahwa upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah tidak akan berhenti pada program infrastruktur semata, namun mencakup pemenuhan modal usaha, pendidikan, kesehatan, dan gizi.
"Sehingga ke depannya kesejahteraan masyarakat meningkat dan angka kemiskinan dapat kita reduksi,” ujar dia. (*)