Ia melihat banyak karya yang tak hanya memadukan kearifan lokal, tetapi juga sukses menghadirkan jalan keluar bagi permasalahan warga.
"Produk-produk maupun inovasi kreativitas mahasiswa sangat luar biasa. Banyak yang menggunakan kearifan lokal dan mampu memberikan solusi atas permasalahan di masing-masing wilayah. Salah satunya inovasi sistem deteksi dini kenaikan debit air yang akan membunyikan sirene secara otomatis sehingga sangat membantu masyarakat," jelasnya.
Di tempat yang sama, Anjan Setianto, salah satu mahasiswa KKN Tematik USM, memaparkan program kerjanya yang berfokus pada sistem peringatan dini banjir serta berbagai inovasi berbasis Internet of Things (IoT) yang berhasil memikat perhatian para pengunjung.
Salah satu inovasi unggulan mereka adalah portal keamanan otomatis berbasis IoT.
"Inovasi tersebut berawal dari kebutuhan warga RT yang menginginkan sistem portal keamanan lingkungan yang dapat beroperasi secara otomatis," ujar Anjan.
"Portal tersebut dirancang untuk menutup dan membuka sesuai jadwal tanpa harus dijaga petugas ronda. Sistem juga dilengkapi alarm yang akan berbunyi apabila portal dibuka secara paksa," imbuhnya.
Ke depan, Anjan menargetkan sistem ini dapat diintegrasikan dengan website agar warga bisa mengaksesnya dengan lebih praktis.
Mahasiswa KKN lainnya, Lenny, turut memperkenalkan terobosan berupa timbangan digital pendeteksi stunting berbasis IoT yang diujicobakan di Kelurahan Bandengan. Alat ini diciptakan sebagai respons atas masih adanya kasus stunting di wilayah tersebut.
Dengan menggunakan sensor tinggi badan dan load cell, alat ukur ini akan mengirimkan data berat dan tinggi anak secara otomatis ke sistem web, sehingga riwayat pertumbuhan balita bisa dipantau secara cepat dan akurat.
"Pengembang inovasi tersebut, alat ini diharapkan dapat membantu orang tua mengetahui kondisi anak lebih dini sehingga penanganan stunting dapat dilakukan lebih cepat", ujarnya.