KONTENSEMARANG.COM – Gelaran Expo Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) XXVIII Universitas Semarang (USM) 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kendal pada Senin (20/7/2026) mendapat pujian dari Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari SE MM.
Ajang ini menjadi ruang pameran bagi para mahasiswa untuk menunjukkan ragam inovasi dan karya yang berdampak positif bagi warga sekitar.
Acara pameran tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan USM, di antaranya Wakil Rektor I, II, dan III, Ketua LPPM, serta para dekan.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal menyampaikan rasa terima kasihnya kepada USM yang telah menjadikan expo ini sebagai sarana untuk menampilkan hasil pengabdian mahasiswa.
Selain itu, pameran ini juga dinilai efektif untuk memperluas jaringan serta mendorong keberlanjutan program pemberdayaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Program KKN tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat", kata Dyah Kartika.
Ia juga menambahkan, "Mahasiswa diajak belajar memahami persoalan di lapangan, menumbuhkan kepedulian sosial, melatih kepemimpinan, dan memperkuat semangat gotong royong".
Lebih lanjut, Bupati berpesan agar para mahasiswa terus mengasah kompetensi dan membangun karakter yang tangguh guna menghadapi tantangan di era Society 5.0.
"Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat." tambahnya.
Setelah berkeliling mengunjungi stan pameran, Dyah Kartika mengaku sangat kagum dengan kreativitas para mahasiswa.
Ia melihat banyak karya yang tak hanya memadukan kearifan lokal, tetapi juga sukses menghadirkan jalan keluar bagi permasalahan warga.
"Produk-produk maupun inovasi kreativitas mahasiswa sangat luar biasa. Banyak yang menggunakan kearifan lokal dan mampu memberikan solusi atas permasalahan di masing-masing wilayah. Salah satunya inovasi sistem deteksi dini kenaikan debit air yang akan membunyikan sirene secara otomatis sehingga sangat membantu masyarakat," jelasnya.
Di tempat yang sama, Anjan Setianto, salah satu mahasiswa KKN Tematik USM, memaparkan program kerjanya yang berfokus pada sistem peringatan dini banjir serta berbagai inovasi berbasis Internet of Things (IoT) yang berhasil memikat perhatian para pengunjung.
Salah satu inovasi unggulan mereka adalah portal keamanan otomatis berbasis IoT.
"Inovasi tersebut berawal dari kebutuhan warga RT yang menginginkan sistem portal keamanan lingkungan yang dapat beroperasi secara otomatis," ujar Anjan.
"Portal tersebut dirancang untuk menutup dan membuka sesuai jadwal tanpa harus dijaga petugas ronda. Sistem juga dilengkapi alarm yang akan berbunyi apabila portal dibuka secara paksa," imbuhnya.
Ke depan, Anjan menargetkan sistem ini dapat diintegrasikan dengan website agar warga bisa mengaksesnya dengan lebih praktis.
Mahasiswa KKN lainnya, Lenny, turut memperkenalkan terobosan berupa timbangan digital pendeteksi stunting berbasis IoT yang diujicobakan di Kelurahan Bandengan. Alat ini diciptakan sebagai respons atas masih adanya kasus stunting di wilayah tersebut.
Dengan menggunakan sensor tinggi badan dan load cell, alat ukur ini akan mengirimkan data berat dan tinggi anak secara otomatis ke sistem web, sehingga riwayat pertumbuhan balita bisa dipantau secara cepat dan akurat.
"Pengembang inovasi tersebut, alat ini diharapkan dapat membantu orang tua mengetahui kondisi anak lebih dini sehingga penanganan stunting dapat dilakukan lebih cepat", ujarnya.
Sebagai penutup, Bupati Kendal kembali menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap karya-karya inovatif ini.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada USM beserta adik-adik mahasiswa yang telah memberikan pendampingan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kendal siap bersinergi dan berkolaborasi agar produk-produk inovasi mahasiswa dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih besar," pungkasnya. (*)