"Dasar usulan kita ke Kemensos perubahan desil setiap bulan. Kita lakukan surat. Biasanya usulan perubahan itu per tiga bulan," katanya.
Agus menegaskan, posisi desil berpengaruh terhadap penentuan penerima bantuan sosial. Kelompok desil 1 hingga 4 merupakan kategori masyarakat yang menjadi sasaran utama bansos.
"Karena bantuan sosial yang bisa diberikan itu desil 1 sampai dengan desil 4. Itu kategori warga yang memang membutuhkan," tegasnya.
Untuk memastikan data sesuai kondisi sebenarnya, proses verifikasi melibatkan berbagai unsur di tingkat kewilayahan.
Selain Dinsos, terdapat Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kelurahan, RT dan RW, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
"Dasar usulan itu nanti akan dilakukan verifikasi ulang oleh PSM, didampingi kelurahan dan RT setempat dan RW. Biasanya juga melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas," ungkapnya.
Dalam verifikasi tersebut, kondisi sosial ekonomi warga diperiksa berdasarkan 39 variabel yang menjadi dasar penentuan desil.
"Nanti akan dicek 39 variabelnya. Jadi dasarnya 39 variabel itu. Apakah dia memang memenuhi kriteria atau desilnya memang salah," jelasnya.
Saat ini, Dinsos Kota Semarang memiliki sekitar 260 PSM yang bertugas di 177 kelurahan. Jumlah PSM di setiap wilayah disesuaikan dengan jumlah penduduk.
"Ada 260 PSM, tersebar di 177 kelurahan. Ada yang satu kelurahan satu, ada yang satu kelurahan dua, bahkan ada yang tiga, tergantung banyak sedikit penduduknya," paparnya.