Ia mengungkapkan, setiap awal pekan dirinya harus bekerja ekstra membersihkan sampah sisa kunjungan akhir pekan.
"Kerja keras itu hari Senin, bisa sampai empat tosa (kendaraan roda tiga-red). Sampah paling banyak botol plastik pengunjung. Harapannya, ada banyak tempat sampah di Pantai Jodo," ujarnya.
Harapan itu direspons melalui bantuan 30 unit tempat sampah dari KEK Industropolis Batang yang merupakan anggota holding BUMN Danantara.
Tempat sampah tersebut dirancang untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.
Kepala Departemen Corporate Communication KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, mengatakan pihaknya sebagai pelaku usaha di Batang telah beberapa kali menggelar aksi bersih pantai.
Pada kesempatan ini, pihaknya menyerahkan 30 tong sampah untuk mendukung kebersihan kawasan.
"Tong sampah ini bermanfaat untuk pilah sampah organik dan an organik, sehingga pantai Jodo tetap terjaga sebagai daerah pendukung dengan potensi wisatanya," ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengapresiasi dukungan tersebut.
Ia menilai kontribusi dari pelaku usaha dan kawasan industri menjadi langkah strategis dalam menjaga lingkungan.
"Ini menjadi bagian komitmen Industropolis Batang dalam mendukung Gerakan Jawa Tengah ASRI," pungkasnya.