Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa upaya pemerataan pendidikan tidak hanya dilakukan dengan menambah daya tampung sekolah, tetapi juga melalui dukungan pembiayaan agar kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak untuk tetap bersekolah.
Perluasan kesempatan belajar tersebut diiringi komitmen menjaga proses penerimaan murid tetap adil. Peringatan “no titip, no jastip” berulang kali disampaikan Ahmad Luthfi dalam berbagai kesempatan yang berkaitan dengan pendidikan. SPMB Jawa Tengah harus dilaksanakan secara transparan, terbuka, objektif, dan tanpa diskriminasi, serta diawasi oleh Ombudsman.
“Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya,” tegas Luthfi beberapa waktu lalu.
Ketegasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kursi sekolah diberikan berdasarkan ketentuan, bukan karena kedekatan maupun campur tangan pihak tertentu. Dengan begitu, program sekolah gratis dan Sekolah Kemitraan benar-benar menjangkau anak-anak yang berhak menerima.
Luthfi menegaskan, pendidikan merupakan jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memutus mata rantai kemiskinan. Kondisi ekonomi, menurutnya, tidak boleh membuat anak kehilangan kesempatan belajar. “Pendidikan ini merupakan investasi masa depan,” kata Luthfi.
Pemprov Jateng juga membuka ruang khusus bagi anak-anak yang memiliki bakat dan prestasi olahraga melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga atau SMANKO Jawa Tengah.
Sekolah berasrama di Kawasan Olahraga Jatidiri, Kota Semarang, itu memungkinkan para atlet muda tetap mengikuti pendidikan formal tanpa meninggalkan latihan dan kompetisi.
Pada tahun ajaran 2025/2026, SMANKO menampung 252 murid, terdiri atas 108 siswa kelas X dan 144 siswa kelas XI. Sebanyak 21 cabang olahraga menjadi fokus pembinaan, di antaranya atletik, angkat besi, panjat tebing, dan wushu. Pada Popnas 2025, siswa SMANKO turut menyumbangkan enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu untuk Jawa Tengah.
Penerimaan atlet pelajar kembali dibuka untuk tahun ajaran 2026/2027. Siswa yang lolos memperoleh fasilitas berupa asrama, konsumsi, pembebasan biaya pendidikan dan latihan, perlengkapan atlet, uang saku bulanan, program uji tanding dan kejuaraan, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Ezar, atlet taekwondo asal Cilacap yang menjadi bagian dari SMANKO, menilai sekolah tersebut memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet muda.
“Terima kasih Bapak Gubernur Jawa Tengah, dengan kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk meraih prestasi,” ujarnya.