Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, disiplin, berpikir kritis, dan beradaptasi menjadi modal penting bagi tenaga kerja menghadapi perubahan dunia industri.
Ia meminta pemerintah memperkuat forum komunikasi antara dunia pendidikan dan industri di Jawa Tengah.
Forum tersebut dapat menjadi ruang untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja, perkembangan teknologi, serta kompetensi baru yang perlu dimasukkan dalam pembelajaran.
"Kebutuhan industri berubah sangat cepat. Karena itu, kita perlu mekanisme yang membuat pendidikan bisa merespons perubahan tersebut dengan cepat. Jangan sampai kurikulum tertinggal jauh dari kebutuhan lapangan," ujar Heri.
Heri menambahkan, penguatan hubungan pendidikan dan industri juga penting untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru.
Semakin sesuai kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan, semakin besar peluang mereka terserap ke dunia kerja.
Ia berharap Jawa Tengah mampu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mempertemukan pendidikan, pemerintah, dan industri dalam satu kepentingan, yakni menciptakan tenaga kerja kompeten dan meningkatkan daya saing daerah.
"Kita ingin lulusan Jawa Tengah bukan hanya banyak secara jumlah, tetapi juga unggul secara kompetensi. Kalau pendidikan dan industri berjalan bersama, tenaga kerja kita akan lebih siap menghadapi perubahan dan industri juga mendapatkan SDM yang sesuai kebutuhan," pungkas Heri. (*)