Penghargaan juga diberikan kepada para dosen yang berperan sebagai pendamping mahasiswa dalam program tersebut.
Dosen pembimbing P2MW, Haris Murwanto Paramitayana SE MM, mengaku bangga atas capaian mahasiswa USM.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat nasional.
“Saya sangat bangga dengan mahasiswa USM yang lolos pendanaan Kompetisi P2MW, karena saingannya adalah mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Ini menandakan bahwa mahasiswa USM memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Haris.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa USM yang mengikuti program tersebut. Haris menilai mahasiswa memiliki banyak ide serta inovasi kewirausahaan yang berpotensi untuk dikembangkan.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada Dr Any Setyarini SE MM sebagai dosen pembimbing mahasiswa penerima pendanaan P2MW. Ia mengaku senang dan bangga mendapatkan apresiasi tersebut.
“Penghargaan yang saya dapatkan sebagai dosen pembimbing lolos pendanaan mahasiswa wirausaha P2MW 2025. Tentunya senang dan bangga, yang jelas penghargaan ini saya dedikasikan untuk TIM EDCC (Entrepreneurship Development Center Competition) dan orang tua serta keluarga tercinta,” ungkapnya.
Any berharap penghargaan tersebut dapat mendorong mahasiswa USM untuk semakin aktif mengembangkan gagasan dan inovasi di bidang kewirausahaan.
Menurutnya, proses pembelajaran mahasiswa tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas. Pengalaman di luar perkuliahan juga penting untuk membentuk kemampuan dan menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia usaha setelah lulus.
Selain mengapresiasi mahasiswa dan dosen pendamping P2MW, USM memberikan penghargaan kepada program studi dengan capaian terbaik.