KONTENSEMARANG.COM β Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya untuk berperan sebagai pemecah masalah bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Forum Dialog Kepemimpinan Jawa Tengah dalam Program Eksekutif Daerah (PED) 2026 di Gedung Sasana Widya Praja, kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).
Luthfi menegaskan bahwa birokrasi pemerintah harus hadir sebagai pelayan masyarakat.
Oleh karena itu, ASN dituntut untuk bekerja cepat, responsif, adaptif, serta mampu memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
βBirokrasi kita adalah birokrasi yang melayani. Yang dilayani dan yang melayani itu setara,β kata Luthfi.
Ia menekankan, ASN tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menyelesaikan permasalahan publik secara konkret agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya.
βASN harus cepat, responsif, dan mampu melakukan problem solving bagi masyarakat,β tegasnya.
Menurut Luthfi, tantangan pembangunan di Jawa Tengah yang kompleks tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan sektoral.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah membangun kerja sama tim agar setiap persoalan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan menyeluruh.
Ia mencontohkan, dalam menghadapi bencana seperti banjir, longsor, kerusakan infrastruktur, maupun persoalan sosial, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bergerak bersama sesuai peran masing-masing.