KONTENSEMARANG.COM - MTQ Gajahmungkur menjadi salah satu agenda yang digelar untuk memperkuat kesiapan Kota Semarang menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) ke-XXXI tahun 2026. Kegiatan tingkat kecamatan tersebut resmi dibuka di halaman Kantor Kecamatan Gajahmungkur pada Rabu, 17 Juni 2026.
Acara yang berlangsung semarak itu dihadiri berbagai unsur, mulai dari MTQ Nasional tingkat kota hingga perwakilan instansi dan tokoh masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Semarang Elly Asmara, Ketua LPTQ Kota Semarang, Camat Gajahmungkur, unsur KUA, MUI, TNI-Polri, para lurah, dewan hakim, peserta, serta para pendamping.
Ketua Panitia Alfrida menyampaikan bahwa MTQ Kecamatan Gajahmungkur tahun ini diikuti oleh 246 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas 126 peserta cabang MTQ dan 120 peserta lomba rebana.
Menurut Alfrida, tingginya jumlah peserta mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat dalam mendukung syiar Al-Qur'an. Partisipasi tersebut juga dinilai menjadi modal penting bagi Kota Semarang dalam menyambut penyelenggaraan MTQ Nasional tahun depan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang memberikan apresiasi terhadap konsistensi Kecamatan Gajahmungkur dalam melakukan pembinaan peserta. Selama ini, kecamatan tersebut dikenal mampu melahirkan peserta yang berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.
Ia menegaskan bahwa MTQ di tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam proses pembinaan berjenjang. Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang nantinya dapat membawa nama baik Kota Semarang di berbagai ajang kompetisi.
Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan ini juga menjadi bagian dari persiapan Semarang menuju MTQ Nasional 2026. Hal itu disampaikan Kabag Kesra Setda Kota Semarang Elly Asmara yang hadir mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Menurut Elly, pelaksanaan MTQ Nasional ke-XXXI dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 20 September 2026. Karena itu, berbagai persiapan terus dilakukan sejak dini, tidak hanya dalam aspek sarana dan prasarana, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia serta syiar Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan MTQ mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan terus didorong sebagai wadah pembinaan sekaligus sarana untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
"Kami ingin MTQ Nasional 2026 tidak hanya sukses sebagai sebuah penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan dampak positif berupa semakin kuatnya budaya Qur'ani, meningkatnya kualitas generasi muda, serta tumbuhnya semangat kebersamaan masyarakat Kota Semarang," ungkapnya.
Lebih lanjut, Elly menyebut penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Kota Semarang sebagai daerah yang religius, toleran, inklusif, serta siap menerima tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, keberhasilan ajang tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh warga Kota Semarang.
Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Gajahmungkur ditandai dengan pemukulan bedug oleh Kabag Kesra Setda Kota Semarang.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi berprestasi yang mampu mengharumkan daerah sekaligus memperkuat semangat Kota Semarang dalam menyongsong MTQ Nasional. Kehadiran peserta dan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan syiar Al-Qur'an di Kota Semarang.