"Kami akan terus melakukan pengawasan. Harapannya teknologi yang diterapkan mampu membantu mengurangi risiko pergerakan tanah serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Ferry.
Proyek Superblock Pakuwon sendiri digadang-gadang menjadi salah satu investasi terbesar yang masuk ke Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan tersebut direncanakan berkembang sebagai pusat gaya hidup, perdagangan, dan ekonomi baru yang memanfaatkan panorama perbukitan Gombel serta pemandangan Laut Jawa.
Pakuwon menargetkan proses pematangan lahan dapat selesai pada akhir tahun 2026. Sementara itu, operasional kawasan secara keseluruhan diperkirakan mulai berjalan pada tahun 2030.
Seiring berjalannya proyek tersebut, proses verifikasi terhadap laporan rumah retak akan terus dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut atas aduan masyarakat yang berada di sekitar kawasan pengembangan.