Program tersebut juga menjadi bagian dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap target nasional pembangunan tiga juta rumah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, program RTLH merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar semakin banyak warga terbantu dan backlog perumahan di Jawa Tengah bisa ditekan secara bertahap,” ungkap Ahmad Luthfi.
Menurutnya, penyediaan hunian bagi masyarakat miskin tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial.
“Kami ingin setiap keluarga di Jawa Tengah memiliki tempat tinggal yang layak sebagai fondasi untuk hidup lebih sejahtera dan produktif,” ungkap Gubernur.
Program tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya Subali, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, yang kini dapat menempati rumah layak setelah sebelumnya tinggal menumpang.
“Saya senang sekali dapat bantuan rumah. Dulu tidak pernah kepikiran bisa punya rumah sendiri,” ujarnya.
Sebagai penjual bakso bakar keliling, penghasilan Subali tidak tetap. Namun kini ia bersama istri dan anaknya dapat tinggal di rumah yang lebih nyaman.
“Sekarang lebih nyaman punya rumah sendiri. Anak juga lebih semangat belajar,” katanya.
Hal serupa dirasakan Sumar, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Rumahnya yang sebelumnya berdinding kayu kini telah direnovasi menjadi bangunan tembok yang lebih kokoh.