“Senang sekali mendapat bantuan RTLH. Saya merasa pemerintah benar-benar memperhatikan warganya,” ujarnya.
Sebagai petani sekaligus pekerja serabutan, Sumar mengaku selama ini kesulitan memperbaiki rumah akibat keterbatasan biaya.
“Kadang buruh tani, kadang ikut tukang batu. Ingin memperbaiki rumah tapi belum punya biaya. Alhamdulillah sekarang bisa direnovasi,” katanya.
Ia mengaku kini lebih tenang menempati rumah yang lebih layak bersama keluarganya.
“Rasanya lega, sekarang rumah lebih kuat dan atapnya sudah bagus,” tandasnya.
Bagi para penerima manfaat program RTLH di Jawa Tengah, rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga simbol perhatian dan kehadiran pemerintah bagi masyarakat kecil. (*)