Nawal optimistis sinergi antara Pemprov Jateng, PKK, Posyandu, dan masyarakat dapat menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus stunting di Jawa Tengah.
Berdasarkan data SIM PKK Jawa Tengah, saat ini terdapat 212.823 unit PKK tingkat RT dan 452.426 Dasa Wisma.
Selain itu, Jawa Tengah memiliki 49.149 unit Posyandu dan 268.357 kader Posyandu bidang kesehatan, meningkat 18.725 kader dibandingkan tahun 2025.
“Kunci keberhasilan gerakan ini adalah kolaborasi dan inklusif. Kader menjadi ujung tombak di masyarakat, tenaga kesehatan sebagai penjamin mutu layanan, pemerintah daerah sebagai penguat kebijakan, dan keluarga sebagai sistem pendukung utama bagi ibu hamil,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai edukasi menjadi bagian penting dalam pendampingan ibu hamil.
Ia berharap program Kencan Bumil mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kesehatan ibu hamil dan penanganannya.
“Dengan adanya Kencan Bumil masyarakat lebih teredukasi, pentingnya mengetahui bagaimana penanggulangannya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Blora Arief Rohman menyatakan dukungannya terhadap berbagai program prioritas PKK yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap keberadaan PKK ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Semoga sinergi antara pemerintah kabupaten se-Jawa Tengah dengan pemerintah provinsi dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Blora,” pungkasnya.
Peluncuran program berlangsung meriah dan dihadiri ribuan warga.