KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan tali asih (bisyaroh) kepada 76 santriwati penghafal Al-Quran dari Pondok Pesantren Tanfidz Putri Yanbu’ul Quran 2, Kabupaten Kudus, Rabu (10/6/2026).
Penyerahan bantuan senilai Rp1 juta per orang tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam acara Haflatul Hidzaq ke-5 Pondok Tanfidz Putri Yanbu’ul Quran 2.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menegaskan bahwa program tali asih bagi penghafal Al-Quran tidak dibatasi oleh domisili penerima.
Selama menempuh pendidikan dan menghafal Al-Quran di Jawa Tengah, para santri berhak memperoleh bantuan tersebut.
Dari total 76 penerima, sebanyak 19 santriwati diketahui berasal dari luar Jawa Tengah, di antaranya dari Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, hingga Kalimantan.
Menurutnya, keberadaan para penghafal Al-Quran diharapkan dapat membawa keberkahan bagi masyarakat maupun jalannya pemerintahan di Jawa Tengah.
Salah satu penerima bantuan, Lintang Parahita asal Karawang, Jawa Barat, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada para santri penghafal Al-Quran.
"Rencananya ditabung untuk melanjutkan kuliah di Mesir," ujarnya.
Rasa syukur serupa disampaikan Filda Rania, santriwati asal Surabaya yang baru saja menyelesaikan prosesi wisudanya.
Ia mengaku senang sekaligus berterima kasih atas bantuan yang diterimanya.
"Semoga berkah dan sukses selalu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," katanya.
Apresiasi juga datang dari kalangan orang tua santri. Hasan Chabibie, yang hadir mendampingi putrinya saat wisuda, menilai program tali asih tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng karena program tersebut dinilai mampu mendukung proses pendidikan para santri sekaligus menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
"Ini sangat positif untuk pengembangan dan pembelajaran para santri di pondok pesantren," ujar Hasan.
Dia berharap, program tali asih itu jadi pemicu motivasi pada santri. Sehingga meningkatkan semangat belajar santri di mana pun mereka berada. (*)