Dalam kunjungannya ke Pati, Gus Yasin juga memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Kabupaten Pati. Dia menekankan penguatan integritas penyelenggara pemerintahan.
Menurutnya, komitmen integritas tidak boleh hanya sebatas dokumen, namun harus diterapkan dalam keseharian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pakta integritas jangan hanya berhenti di kertas, tetapi juga harus melekat ke dalam keseharian kita, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas wagub.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar mengatakan, situasi politik yang terjadi di Kabupaten Pati tidak memengaruhi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama dalam memberikan perhatian kepada korban banjir.
“Pada prinsipnya kami terus melakukan kegiatan-kegiatan. Di Pati itu ada bencana yang berdampak kepada warganya. Jadi kami harus tetap memberikan perhatian serius,” tuturnya.
Ditambahkan, Dinkes menyalurkan bantuan obat-obatan dan memberikan pelayanan kepada kaum renta, seperti lansia, ibu hamil, balita, disabilitas dan penyakit kronis, yang membutuhkan penanganan.
Dia juga memastikan fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas, buka dan memberi pelayanan selama 24 jam.
“Makanan juga harus dipastikan layak dan sehat konsumsi, dapur umum dan tempat pengungsian harus nyaman dan aman,” tambahnya.
Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursari menambahkan, penanganan bencana pada prinsipnya adalah kemanusiaan, dan itu sudah menjadi kewajiban pemerintah. Sehingga, tidak terpengaruh dengan adanya situasi politik di Kabupaten Pati.
“Penanganan dan bantuan terus kita lakukan. Jadi, soal bencana tidak ada kaitannya dengan situasi politik,” tuturnya.