Konten Semarang
Regional

Perkuat Ketahanan Pangan Jateng, Bendungan Jlantah Siap Airi Ribuan Hektare

Bendungan Jlantah Karanganyar resmi beroperasi. Fasilitas ini siap mengairi ribuan hektare sawah, bantu petani Jateng panen 3 kali setahun.

Perkuat Ketahanan Pangan Jateng, Bendungan Jlantah Siap Airi Ribuan Hektare
Perkuat Ketahanan Pangan Jateng, Bendungan Jlantah Siap Airi Ribuan Hektare

KONTENSEMARANG.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring meresmikan Bendungan Jlantah yang berlokasi di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat (10/7/2026). 

Infrastruktur pengairan ini ditargetkan mampu mengairi 1.500 hektare lahan pertanian eksisting dan 229 hektare lahan sawah baru guna memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang hadir meninjau lokasi, menyatakan bahwa keberadaan bendungan ini memungkinkan petani menanam padi tiga kali dalam setahun.

Dengan target hasil rata-rata enam ton gabah per hektare pada setiap musim tanam, Bendungan Jlantah diproyeksikan menopang produksi hingga 27 ribu ton padi per tahun.

Perkuat Ketahanan Pangan Jateng, Bendungan Jlantah Siap Airi Ribuan Hektare

“Ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya,” katanya.

Selain sektor pertanian, bendungan ini dirancang multi-fungsi. Fasilitas ini akan menyuplai air baku bagi masyarakat dengan debit 125 liter per detik, mengendalikan potensi banjir, serta menggerakkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Terkait optimalisasi fasilitas, Sumarno menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Karanganyar tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pihaknya resmi mengusulkan pembangunan jaringan irigasi lanjutan melalui jalur Instruksi Presiden (Inpres) agar manfaat bendungan dapat tersalurkan secara maksimal.

Di tingkat petani, beroperasinya Bendungan Jlantah langsung memberikan dampak signifikan. Ketersediaan air kini dipastikan melimpah dan stabil, termasuk pada periode rawan kekeringan di bulan Juni hingga Juli yang sebelumnya memaksa petani menerapkan sistem gilir air irigasi.

Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, membenarkan adanya perubahan drastis pada siklus tanam warga akibat pasokan air yang kini terjamin.

“Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam,” ujarnya.

Mewakili para petani, Sugeng memberikan apresiasi kepada pemerintah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang telah merampungkan proyek tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar karena apa yang menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa terpenuhi,” tuturnya.

Sebagai langkah lanjutan, Sugeng mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki kerusakan pada dua bendung kecil di jaringan irigasi hilir.

Perbaikan infrastruktur pendukung tersebut dinilai vital agar pasokan air dari Bendungan Jlantah dapat menjangkau lahan pertanian hingga ke titik terjauh. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Ahmad Luthfi Ajak Purnawirawan Polri Terus Berkontribusi untuk Masyarakat
Regional • 11 Juli 2026

Ahmad Luthfi Ajak Purnawirawan Polri Terus Berkontribusi untuk Masyarakat

Rekomendasi Redaksi