“Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam,” ujarnya.
Mewakili para petani, Sugeng memberikan apresiasi kepada pemerintah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang telah merampungkan proyek tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar karena apa yang menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa terpenuhi,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, Sugeng mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki kerusakan pada dua bendung kecil di jaringan irigasi hilir.
Perbaikan infrastruktur pendukung tersebut dinilai vital agar pasokan air dari Bendungan Jlantah dapat menjangkau lahan pertanian hingga ke titik terjauh. (*)