Konten Semarang
Regional

Rencana Proyek Geothermal Gunung Ungaran, M Farchan Khawatirkan Pasokan Air Semarang

M Farchan meminta proyek geothermal Gunung Ungaran dikaji ulang karena dinilai berpotensi mengganggu ekologi dan pasokan air Semarang.

Rencana Proyek Geothermal Gunung Ungaran, M Farchan Khawatirkan Pasokan Air Semarang
Rencana Proyek Geothermal Gunung Ungaran, M Farchan Khawatirkan Pasokan Air Semarang

Menurutnya, pemerintah juga perlu memperhitungkan konsekuensi ekologis yang mungkin muncul dalam jangka panjang.

"Seharusnya proyek ini bisa ditinjau ulang. Karena sangat berdampak pada perubahan siginifikan terhadap lingkungan sekitar mulai dari bentang alam, pembukaan jalan akses proyek, lahan yang dibabat, termasuk aktivitas tempat wisatanya,"ujarnya.

Atas dasar itu, Farchan mendorong pemerintah pusat melakukan kajian secara menyeluruh sebelum proyek berjalan lebih jauh.

Ia menilai masukan masyarakat dan berbagai pihak yang berkepentingan perlu menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.

"Apakah dalam konteks proyek salah atau tidak, tapi warga dan elemen yang lainnya meminta harus dikaji dan aspirasinya didengar,"katanya.

Farchan kemudian menyoroti kemungkinan perubahan kondisi lingkungan di Gunung Ungaran terhadap ketersediaan air untuk Kota Semarang.

Menurutnya, hubungan kawasan pegunungan dengan sumber air baku perlu menjadi salah satu aspek penting yang diperhitungkan.

"Secara teknis geothermal, nantinya apakah memang berpengaruh terhadap paceklik air di kota Semarang, mempengaruhi ekologi wilayah penyangga, seperti Kendal, apalagi kota Semarang menggantungkan salah satu sumber mata air Moedal dari pegunungan ungaran, selain IPA Kudu dari klambu (Grobogan), selain memanfaatkan air tanah,"lanjut mantan Dirut PDAM Tirta Moedal ini.

Ia mengaku khawatir apabila dampak proyek tidak dianalisis secara matang sejak awal. Menurutnya, keberadaan sumber mata air dan kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Ungaran memiliki peran penting bagi wilayah di sekitarnya.

"Memang di daerah lain, seperti di Dieng, proyek geothermal tidak membuat kerusakan alam. Namun, di Dieng itu kan penduduknya tidak sepadat di gunung Ungaran, pemanfaatan di Dieng pun berbeda di gunung ungaran, mulai dari potensi pariwisata, sumber air baku. Lalu, kelestarian aneka flora dan fauna, jadi harus dikaji lebih lanjut dan penting untuk ditinjau kembali,"tegas Farchan. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

Pemprov Jateng Buka Ruang Dialog soal Rencana Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran
Regional • 04 September 2026

Pemprov Jateng Buka Ruang Dialog soal Rencana Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran

Rekomendasi Redaksi