KONTENSEMARANG.COM β Pemerintah Kota Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat inklusivitas melalui kegiatan sahur bersama tokoh nasional Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Pura Agung Girinatha, Selasa (24/2).
Pelaksanaan sahur Ramadan di rumah ibadah umat Hindu tersebut menjadi simbol praktik nyata keberagaman yang terus dirawat di Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa harmoni sosial merupakan fondasi utama pembangunan kota. Ia menyebut capaian Semarang yang masuk tiga besar nasional dalam Indeks Kota Toleran sebagai indikator terjaganya ruang aman bagi seluruh warga.
βHarmoni ini tidak hadir dengan sendirinya, harmoni ini dibangun dari kesediaan untuk saling memahami, keberanian untuk saling menerima, dan komitmen bersama untuk menempatkan kemanusiaan di atas segala perbedaan,β ujar Agustina.
Ia menambahkan, toleransi diwujudkan melalui jaminan rasa aman bagi setiap warga dalam menjalankan ibadahnya.
βBagi kami, toleransi adalah bagaimana setiap warga merasa aman menjalankan ibadahnya, bagaimana perbedaan hadir tanpa rasa curiga, dan bagaimana kita saling menyapa sebagai sesama manusia dengan hormat dan hangat,β lanjutnya.
Selain penguatan komitmen lintas iman, Pemkot Semarang juga mendorong inklusivitas melalui pembangunan Rumah Inspirasi Disabilitas. Dari 16 kecamatan, tujuh rumah inspirasi telah beroperasi sebagai ruang interaksi, bermain, dan akses setara bagi penyandang disabilitas.
βSetiap kecamatan akan mendapatkan akses dan ruang untuk bermain, bertemu, dan diperlakukan setara dengan seluruh warga Kota Semarang,β tegas Agustina.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan ruang kota yang inklusif, sehingga seluruh warga, termasuk kelompok difabel, dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menegaskan bahwa sahur lintas komunitas yang ia jalankan merupakan ikhtiar menjaga persaudaraan di tengah kemajemukan bangsa.