Konten Semarang
Pendidikan

TEP 3 UNDIP Bantu Peternak Senggi Taksir Bobot Sapi dengan Pita Ukur Sederhana

TEP 3 UNDIP mengenalkan pita ukur kepada peternak Senggi untuk memperkirakan bobot sapi tanpa bergantung pada timbangan ternak.

TEP 3 UNDIP Bantu Peternak Senggi Taksir Bobot Sapi dengan Pita Ukur Sederhana
TEP 3 UNDIP Bantu Peternak Senggi Taksir Bobot Sapi dengan Pita Ukur Sederhana

Menurut Mak Tri, penggunaan pita ukur dapat memberikan patokan yang lebih jelas bagi peternak kecil ketika memperkirakan nilai jual sapi. Cara tersebut juga dianggap mudah diterapkan kembali tanpa harus bergantung pada pendampingan tim.

Dalam praktiknya, pita ukur dililitkan mengelilingi bagian dada sapi, tepat di belakang bahu ketika ternak dalam posisi berdiri.

Hasil pengukuran lingkar dada selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus untuk memperkirakan bobot badan, yakni bobot badan (kg) = (lingkar dada dalam cm + 22) pangkat dua, dibagi 100.

Sebagai gambaran, sapi dengan lingkar dada 180 cm diperkirakan mempunyai bobot sekitar 408 kilogram. Metode pengukuran seperti ini telah digunakan oleh peternak di berbagai daerah di Indonesia sebagai alternatif ketika timbangan ternak tidak tersedia.

Di Senggi, TEP 3 UNDIP menjadikan metode tersebut sebagai bagian dari pendampingan awal. Tim melakukan pengukuran sampel terhadap lima ekor sapi milik empat peternak untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi fisik ternak di wilayah tersebut.

Hasil pengukuran menunjukkan sapi indukan memiliki lingkar dada lebih dari 190 cm. Sementara itu, sapi jantan yang diukur berada pada kisaran lingkar dada 180 hingga 200 cm.

Bagi TEP 3 UNDIP, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan mengumpulkan data bobot ternak. Pengukuran menjadi sarana untuk bertukar pengetahuan sekaligus memahami pola pemeliharaan, berbagai kendala yang dihadapi peternak, serta kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan.

Data yang diperoleh selama pendampingan nantinya menjadi salah satu bahan penyusunan rekomendasi pengembangan peternakan sapi di Senggi. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Edukasi penggunaan pita ukur juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Peternak dapat menerapkan teknik tersebut secara mandiri setelah masa pendampingan TEP 3 UNDIP berakhir.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan peternakan di Papua agar lebih terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Pembuatan Platform Apung Kreasi Dosen Teknik Sipil USM Dukung Tanggul Pantai Demak
Pendidikan • 04 September 2026

Pembuatan Platform Apung Kreasi Dosen Teknik Sipil USM Dukung Tanggul Pantai Demak

Rekomendasi Redaksi