Konten Semarang
Regional

Upaya Pengendalian Harga Pangan Jelang Ramadan, Pemprov Jateng Siapkan 308 GPM dan Operasi Pasar

Pemprov Jateng intervensi kenaikan harga pangan jelang Ramadan lewat 308 GPM dan operasi pasar cabai bersubsidi Rp65 ribu/kg.

×
WhatsApp Image 2026-02-20 at 12.55.27

KONTENSEMARANG.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung ke Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026), untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga tetap terjaga.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Ia berkeliling pasar, berdialog dengan pedagang dan pembeli, serta mengecek harga sejumlah komoditas strategis secara langsung.

Dari hasil pantauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih dalam batas wajar. Namun, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, terutama cabai rawit merah dan bawang merah, yang telah melampaui harga acuan pembelian (HAP).

Menanggapi hal itu, Luthfi langsung menginstruksikan Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk melakukan langkah cepat melalui operasi pasar.

"Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait," kata Luthfi setelah mendengar keluh kesah pedagang.

308 Gerakan Pangan Murah Digelar Hingga Maret

Sebagai bagian dari strategi stabilisasi, Pemprov Jateng melalui Dinas Ketahanan Pangan akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten/kota hingga Maret 2026. Program ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan lancar selama bulan suci.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menegaskan bahwa secara umum stok pangan di Jawa Tengah dalam kondisi aman, bahkan surplus untuk beberapa komoditas seperti beras.

"Memasuki bulan ramadan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman," katanya.

Halaman 1 dari 2