βProgram ini didukung oleh tenaga pengajar bergelar doktor (S3) serta praktisi profesional yang berpengalaman dalam proyek infrastruktur nasional. USM juga menyediakan fasilitas penunjang berupa laboratorium teknik sipil, akses perpustakaan digital internasional, serta sistem pembelajaran berbasis teknologi,β kata Dr Purwanto.
Sementara itu, Ketua Program Studi S2 Magister Teknik Sipil USM, Dr Adolf Situmorang ST MT, menjelaskan bahwa program ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan, khususnya bagi para engineer dan praktisi teknik sipil yang terlibat langsung dalam pembangunan serta penanganan infrastruktur di daerah rawan bencana.
βKurikulum Magister Teknik Sipil USM telah diselaraskan dengan kebutuhan industri konstruksi modern, termasuk penerapan Building Information Modeling (BIM) dan konsep pembangunan berkelanjutan guna meningkatkan daya saing lulusan,β ungkapnya.
Program Magister Teknik Sipil USM menyasar kalangan profesional, konsultan, kontraktor, akademisi, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama yang bergerak di sektor pekerjaan umum dan infrastruktur. Sistem perkuliahan diselenggarakan secara hybrid dengan jadwal fleksibel setiap Jumat dan Sabtu, sehingga tetap ramah bagi mahasiswa yang telah bekerja.
Pada tahap soft launching, tercatat hampir 10 calon mahasiswa telah mendaftar. USM menargetkan jumlah mahasiswa angkatan pertama sebanyak 20 hingga 30 orang. Ke depan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN, serta sektor swasta dalam pengembangan riset dan kebijakan infrastruktur berbasis mitigasi bencana.
Dengan dibukanya Program Magister Teknik Sipil ini, USM kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan daerah yang berkelanjutan.