"Sungai Bremi itu sudah dianggarkan dari pusat, informasi BBWS ada Rp50 miliar, tetapi memang ini belum dikerjakan," ujarnya.Β
Di lokasi pengungsian, Sujatmiko (60), salah satu warga terdampak, mengatakan banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi yang diperparah hujan. Akibatnya, air menggenang dan belum surut hingga saat ini.
βPenyebab banjir dari tanggul Sungai Bremi jebol. Air keluar, merambah, ditambahi hujan. Air mandek sampai sekarang. Rumah saya tenggelam, cuma kelihatan atapnya genteng tok,β ujarnya.
Sujatmiko mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya karena air datang dengan cepat. Seluruh perabotan rumah tangga masih terendam di dalam rumah.
βAda kasur, kasur busa, sepeda motor, kompor, masih di rumah semua. Ya pasrah total,β katanya.
Meski demikian, ia menyebut kondisi konsumsi dan obat-obatan di pengungsian relatif aman.Β
βAman di sini, bisa saling bantu. Mudah-mudahan ke depan tidak banjir lagi, soalnya daerah Tirto ini dari dulu sudah langganan banjir. Tapi yang sekarang ini paling besar,β pungkasnya. (*)