Salah satu penerima manfaat PPSE, Tri Suwiyem asal Klaten Tengah, merasakan langsung dampak program tersebut terhadap kemandiriannya.
"Alhamdulillah saya dapat bantuan peralatan untuk jualan bakso. Usaha sudah berjalan enam bulan. Saya juga sudah graduasi. Program ini bisa mengembangkan usaha kami. Semoga perekonomian kami sekeluarga bisa berjalan lancar, jualan tetap jalan," ujar Tri.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang turut hadir bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, memberikan apresiasi atas keberhasilan ribuan KPM tersebut untuk berdiri di kaki sendiri tanpa bergantung pada bantuan sosial.
"Jadi graduasi ini tidak hanya di Klaten, ada juga di Kendal, kemudian ada di Brebes. Mereka sudah bisa berdiri sendiri, sehingga tidak memerlukan bantuan sosial lagi. Mereka sudah terangkat dari miskin, menjadi berdiri sendiri,” kata Luthfi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah (dari 9,58% menjadi 9,39% pada 2025) merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga perusahaan.
"Kolaborasi ini penting untuk mengeroyok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar bisa kita graduasi," tuturnya.
Senada dengan hal itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut mengapresiasi kinerja pemerintah daerah setempat.
Ia menegaskan bahwa akurasi dan keterbukaan data masyarakat miskin sangat krusial agar program pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara berkolaborasi dapat tepat sasaran. (*)