Dorong Produksi Susu, Ahmad Luthfi Usulkan Kontes Sapi Perah di Jawa Tengah
KONTENSEMARANG.COM — Penyelenggaraan Kontes Sapi oleh Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 25 April 2026 mendapat sambutan hangat dari para peserta maupun masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai, ajang tersebut mampu menjadi pemicu bagi peternak untuk terus berinovasi sekaligus meningkatkan kualitas ternak yang dihasilkan.
Ia pun mendorong agar ke depan tidak hanya digelar kontes sapi potong, tetapi juga kompetisi khusus sapi perah.
Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan produktivitas peternak sekaligus menggenjot produksi susu di Jawa Tengah.
"Kami mohon kepada Wakil Menteri Pertanian, Ketua MPR RI dan teman-teman APPSI, jangan hanya kontes daging (sapi potong), melainkan kontes sapi susu (sapi perah) juga perlu diselenggarakan,” kata Luthfi saat menghadiri acara pembukaan Kontes Sapi APPSI Jateng Season 3 di Wonoland, Kabupaten Wonosobo, Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, serta sejumlah wakil bupati dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Luthfi memaparkan, populasi sapi di Jawa Tengah saat ini mencapai 1,38 juta ekor, terdiri dari 1,29 juta sapi potong dan 85,8 ribu sapi perah. Dari jumlah tersebut, produksi daging hampir menyentuh 1 juta ton per tahun.
"Produksi daging Jawa Tengah itu sudah mendekati 980.000 ton, cukup untuk kebutuhan nasional. Di Jawa Tengah yang tidak cukup adalah susu, contoh di daerah Batang itu ada perusahaan susu yang butuh 80.000 liter per hari dan itu pasokannya masih kurang," jelasnya.
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor peternakan sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan dalam RPJMD 2026.
Langkah tersebut dilakukan melalui penyediaan bibit unggul, pakan berkualitas, serta peningkatan layanan kesehatan hewan, termasuk program Healing atau Kesehatan Hewan Keliling.
"Healing ini kami lakukan dengan cara jemput bola. Artinya kami berikan pelayanan kesehatan dengan datang langsung ke peternak. Apalagi mau mendekati iduladha, kami ingin semua hewan kurban di Jawa Tengah sehat dan berkualitas," ujar Luthfi.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut.
Ia menilai, produksi daging dan susu nasional masih perlu ditingkatkan, terlebih dengan adanya program makan bergizi gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan susu segar dalam jumlah besar.
"Makanya kami dorong peternak sapi potong dan sapi perah agar populasi sapinya terus diperbanyak,” ujar dia.
Senada dengan itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai kontes sapi menjadi sarana penting untuk mempertemukan para peternak dan bertukar pengetahuan.
"Wonosobo ini salah satu tempat yang bagus untuk ternak sapi. Kami akan dukung terus agar populasi sapi potong dan sapi perah di Indonesia terus meningkat sehingga semua kebutuhan masyarakat terpenuhi sendiri," katanya. (*)
redaksi