Jalur Prof Hamka Semarang Diawasi Ketat, Kendaraan Berat Dibatasi hingga Malam

Pemkot Semarang memperketat pengawasan Jalan Prof Hamka dan mencegah sekitar 50 truk berat melintas setiap hari.

Jalur Prof Hamka Semarang Diawasi Ketat, Kendaraan Berat Dibatasi hingga Malam
Pemkot Semarang memperketat pengawasan Jalan Prof Hamka dan mencegah sekitar 50 truk berat melintas setiap hari.

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang memperkuat pengawasan lalu lintas di koridor Jalan Prof Hamka guna mengurangi risiko kecelakaan di kawasan Tanjakan Silayur. Langkah tersebut dilakukan melalui pemasangan portal pembatas kendaraan serta penjagaan rutin di sejumlah titik strategis.

Setiap hari, sedikitnya 50 kendaraan berat dicegah melintas di jalur tersebut. Pembatasan diberlakukan bagi kendaraan bertonase di atas 8 ton pada pukul 05.00 hingga 23.00 WIB.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Dody Febrianto, mengatakan kendaraan berat yang datang dari berbagai daerah langsung diarahkan untuk memutar balik atau menunggu hingga jam pembatasan selesai.

“Rata-rata dalam sehari dari arah BSB melalui portal Wates Kedungpane maupun portal Jrakah, ada sekitar 50 kendaraan berat yang kami putarbalikkan. Mayoritas berasal dari Jakarta, Surabaya, hingga luar Jawa,” ujarnya, Jumat (8/5).

Pengawasan dilakukan melalui dua titik utama, yakni di kawasan Kedungpane dan Simpang Jrakah. Pemerintah juga telah memperbaiki portal di Simpang Jrakah yang sebelumnya mengalami kerusakan agar pengendalian kendaraan berjalan lebih optimal.

Menurut Dody, banyak pengemudi truk masih belum mengetahui adanya aturan pembatasan kendaraan berat di jalur tersebut. Karena itu, selain melakukan pengawasan langsung, Dishub Kota Semarang juga terus menggencarkan sosialisasi kepada para sopir angkutan logistik.

Tidak hanya kendaraan angkut barang, bus berukuran besar yang hendak melewati Jalan Prof Hamka juga diarahkan menggunakan jalur alternatif demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Untuk mengantisipasi kendaraan berat berpindah ke jalur lain, petugas Dishub turut melakukan patroli di kawasan Gunungpati menuju Boja. Jalur tersebut dinilai memiliki tingkat risiko cukup tinggi karena kondisi jalan yang sempit dan menanjak.

“Kami patroli untuk memberikan imbauan agar kendaraan berat tidak melintas ke jalur Gunungpati karena kondisi jalannya cukup rawan,” jelasnya.

Pemkot Semarang menegaskan kebijakan pengamanan di koridor Jalan Prof Hamka menjadi bagian dari penataan lalu lintas jangka panjang. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan pengendara sekaligus mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi di kawasan Tanjakan Silayur.