Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik, Ahmad Luthfi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Daerah
KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori Pengendalian Inflasi.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Provinsi Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 yang digelar di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026) malam.
Menurut Ahmad Luthfi, capaian tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintah di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kinerja.
Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian inflasi merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa.
Luthfi menjelaskan, stabilitas inflasi memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga sektor perbankan, harus terus diperkuat agar distribusi komoditas pangan berjalan lancar.
"Misalnya bawang merah kita distribusikan, cabai bisa kita distribusikan, sehingga keterjangkauan ini menjadi penting, sehingga inflasi bisa kita tekan," ungkapnya.
Ia menambahkan, prestasi yang telah diraih tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja pemerintah dengan melibatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat.
Selain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sejumlah daerah di Jawa Tengah juga berhasil membawa pulang penghargaan.
Kota Semarang meraih terbaik III tingkat kota pada kategori Penurunan Stunting. Kabupaten Sukoharjo menjadi terbaik II tingkat kabupaten untuk kategori Pengendalian Inflasi.
Sementara itu, Kota Magelang dan Kota Surakarta masing-masing meraih terbaik I dan terbaik II tingkat kota dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan bahwa gelombang pertama Apresiasi Pemerintah Daerah mencakup empat kategori penilaian.
Hasil penjurian menunjukkan persaingan yang sangat ketat dengan perbedaan nilai yang relatif tipis antardaerah.
Menurut Tito, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah daerah, tetapi juga bertujuan memacu daerah agar terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah juga menyiapkan insentif sebagai bentuk penghargaan bagi daerah berprestasi.
"Masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan membawa daerahnya meraih prestasi," katanya.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan dapat mengangkat berbagai praktik kepemimpinan daerah yang berhasil menjawab kebutuhan masyarakat dan layak menjadi inspirasi bagi daerah lain.
"Sebetulnya banyak sekali kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus. Ini perlu diangkat. Perlu diangkat bahwa banyak pemimpin-pemimpin yang juga bagus," kata Tito.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa sistem apresiasi berbasis regional diterapkan agar seluruh daerah memiliki peluang yang lebih setara dalam berkompetisi.
Dengan demikian, daerah yang memiliki kapasitas fiskal terbatas tetap dapat menunjukkan inovasi dan capaian terbaiknya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menilai capaian para daerah penerima penghargaan menunjukkan perkembangan yang cukup merata.
Ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai. (*)
redaksi