Kinerja Melejit, Kota Semarang Raih Penghargaan Provinsi dan Nasional Sekaligus

Kota Semarang raih dua penghargaan Otda 2026, masuk 10 besar nasional dengan kinerja tinggi dan skor EPPD meningkat signifikan.

Kinerja Melejit, Kota Semarang Raih Penghargaan Provinsi dan Nasional Sekaligus
Kota Semarang raih dua penghargaan Otda 2026, masuk 10 besar nasional dengan kinerja tinggi dan skor EPPD meningkat signifikan.

KONTENSEMARANG.COM – Kinerja Pemerintah Kota Semarang menunjukkan peningkatan signifikan di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin. Hal ini dibuktikan dengan raihan dua penghargaan bergengsi pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Pada tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang berhasil meraih peringkat Terbaik II dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kategori kota dengan nilai 98,49. Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (27/4).

Sementara itu, di level nasional, Kota Semarang memperoleh penghargaan atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Dengan skor 3,5709, Semarang masuk dalam kategori Kinerja Tinggi berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2025. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Pencapaian ini menandai lonjakan kinerja yang cukup tajam. Jika pada evaluasi tahun 2024 Kota Semarang masih berada di posisi ke-27 dengan skor 3,2962 dan berstatus kinerja sedang, kini berhasil menembus 10 besar kota terbaik secara nasional dengan predikat kinerja tinggi.

Kenaikan tersebut tidak lepas dari berbagai langkah pembenahan yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Pemerintah kota fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas layanan dasar, serta konsolidasi internal birokrasi di tahun pertama kepemimpinan Agustina Wilujeng.

Agustina menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa semangat otonomi daerah harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum bagi kita semua untuk memperkokoh komitmen dan peran kita dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam upacara di halaman Balaikota Semarang.

Lebih lanjut, ia menilai otonomi daerah bukan sekadar kewenangan administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Pemerintah Kota Semarang pun berkomitmen menjaga tren positif ini melalui inovasi berkelanjutan, penguatan birokrasi berbasis kinerja, serta peningkatan kualitas layanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.