"Basis pembangunan di tempat kita adalah riset, sehingga hasil riset ini akan kita kumpulkan dan nantinya akan menjadi terobosan kreatif untuk pengembangan wilayah," kata Luthfi saat menghadiri acara tersebut.
Menurutnya, keterlibatan peneliti, akademisi, dan masyarakat umum dalam kegiatan riset menjadi salah satu bagian penting untuk memperkaya gagasan pembangunan daerah.
Melalui berbagai hasil penelitian tersebut, pemerintah diharapkan memiliki bahan pertimbangan yang lebih luas dalam menyusun kebijakan dan menentukan program yang akan dilaksanakan.
Luthfi menekankan bahwa hasil riset harus memiliki keterkaitan dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, penelitian tidak cukup hanya menghasilkan konsep atau rekomendasi tertulis, tetapi perlu diarahkan agar dapat diterapkan dalam pelaksanaan pembangunan.
Sebanyak 51 Policy Brief Disiapkan untuk Mendukung Kebijakan
Dari keseluruhan karya yang terkumpul dalam kegiatan Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026, dihasilkan 51 policy brief atau ringkasan kebijakan.
Dokumen tersebut memuat sejumlah rekomendasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Penyusunan ringkasan kebijakan menjadi salah satu hasil penting dari kegiatan penelitian yang melibatkan berbagai kalangan tersebut.
Melalui Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah 2026, pemerintah provinsi berupaya menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan perencanaan dan pengembangan wilayah.
Luthfi berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti sehingga manfaat penelitian tidak berhenti pada tahap penyusunan dokumen.