Luthfi menginginkan hasil kajian tersebut tidak berhenti pada penyerahan dokumen, tetapi dapat menjadi bagian dari pengembangan program pembangunan di lapangan.
Dengan demikian, keterlibatan peneliti diharapkan dapat berlanjut pada pemanfaatan rekomendasi sesuai kebutuhan pemerintah.
Kolaborasi Pemprov Jateng dan BRIN Perkuat Pemanfaatan Riset
Penyelenggaraan Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026 merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi peneliti dan penulis dari berbagai daerah di Indonesia untuk menyampaikan karya yang berkaitan dengan persoalan pembangunan.
Keikutsertaan akademisi perguruan tinggi dan masyarakat umum juga menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan berbagai unsur dalam pengembangan penelitian.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berhasil mengumpulkan 609 karya riset serta 263 naskah artikel yang kemudian menghasilkan 51 ringkasan kebijakan.
Hasil yang terkumpul diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses penyusunan kebijakan dan pengembangan wilayah.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, penelitian menjadi salah satu landasan penting dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan.
Karena itu, hasil riset yang telah dihasilkan diharapkan tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi rekomendasi yang berguna bagi pemerintah.
Riset Diharapkan Memberikan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Ahmad Luthfi kembali menekankan pentingnya memastikan setiap hasil penelitian memiliki manfaat terhadap pembangunan dan kehidupan masyarakat.