“Ke depannya harus ada evaluasi, kita minimalisir cedera pada atlet. Itu yang paling utama,” tegasnya.
Keselamatan Atlet Jadi Catatan Penyelenggaraan Berikutnya
Taj Yasin menilai penyelenggaraan kompetisi olahraga harus memperhatikan keseimbangan antara pencapaian prestasi dan perlindungan terhadap peserta.
Persaingan dalam pertandingan memang menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet, tetapi keselamatan tetap harus diutamakan.
Evaluasi keselamatan atlet Porprov Jateng menjadi salah satu catatan penting setelah dua atlet meninggal dunia selama penyelenggaraan tahun ini.
Peristiwa tersebut diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kompetisi.
Taj Yasin menekankan bahwa penyelenggaraan Porprov pada masa mendatang perlu terus diperbaiki agar risiko yang dihadapi atlet dapat diminimalkan.
Dengan demikian, ajang olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi dan keselamatan para peserta.
KONI Jateng Minta Persiapan Venue Dilakukan Lebih Awal
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengingatkan pentingnya melakukan persiapan sejak dini untuk penyelenggaraan Porprov XVIII pada 2030.
Menurutnya, salah satu hal yang harus mendapat perhatian lima daerah calon tuan rumah adalah ketersediaan sarana dan prasarana pertandingan.
Sujarwanto menjelaskan, pengalaman penyelenggaraan Porprov XVII menunjukkan masih terdapat cabang olahraga yang tidak dapat dipertandingkan di wilayah tuan rumah karena keterbatasan fasilitas.