KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan anak-anak yang terdampak penggeledahan ponpes di Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar mendapatkan perhatian khusus. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan perlunya pendampingan untuk menjaga kondisi psikologis anak sekaligus memastikan pendidikan mereka tidak terputus.
Upaya pendampingan psikologis tersebut menjadi perhatian Pemprov Jateng setelah aparat kepolisian melakukan penggeledahan terhadap dua lokasi yang disebut sebagai pondok pesantren di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar pada Selasa (27/10/2026).
Taj Yasin mengatakan, pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan orang tua atau wali untuk memastikan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan tetap mendapatkan perlindungan dan kesempatan melanjutkan pendidikan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri konferensi pers bersama jajaran kepolisian di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026).
"Di sana ada anak-anak kecil, ini yang perlu kami dampingi supaya mereka bisa terus ada keberlanjutannya," kata Taj Yasin.
Taj Yasin Minta Kondisi Psikologis Anak Diperhatikan
Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai keberadaan anak-anak di lokasi penggeledahan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan pihak terkait.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh menghambat perkembangan maupun kelanjutan pendidikan mereka.
Pendampingan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya trauma berkepanjangan akibat situasi yang dialami anak-anak saat proses penggeledahan berlangsung.
Karena itu, Pemprov Jateng akan menjalin komunikasi dengan keluarga untuk memastikan kebutuhan pendampingan dapat ditangani.
Taj Yasin menegaskan bahwa anak-anak harus tetap memperoleh hak pendidikan meskipun tempat mereka sebelumnya mengikuti kegiatan belajar sedang berkaitan dengan proses pemeriksaan aparat.